- kompas
Sejumlah bauran kebijakan diperlukan untuk menghadapi rrisiko perekonomian domestik yang potensial meningkat tahun ini. Bauran kebijakan itu diperlukan, antara lain, untuk menjaga momentum pertumbuhan investasi yang masih terbuka. Hal itu mengemuka dalam paparan proyeksi makroekonomi Indonesia yang digelar Bank Mandiri, di jakarta, Selasa (14/5). Tampil sebagai pembicara, Kepala Ekonom Mandiri Destry Damayanti dan kepala Riset mandiri Sekuritas John Rachmat. Selain itu, Ekonom Mandiri Sekuritas Aldian Taloputra dan Kepala Riset Fixed Income Mandiri Sekuritas Handi Yunianto. Destry menyatakan, risiko ekonomi berada di depan mata berupa naiknya inflasi terkait rencana kenaikan harga bahan bakar minyak. Dengan kenaikan harga BBM, inflasi tahun ini diperkirakan 8,1-8,5 persen. Pertumbuhan ekonomi tahun ini diperkirakan mencapai 6,15 persen dengan nilai tukar rupiah secara rata-rata Rp9.720 per dollar AS. ”Perlu kalibrasi bauran kebijakan moneter, dari sisi nilai tukar, suku bunga, macroprudential, serta neraca internal-eksternal,” katanya seraya mengusulkan perlunya hilirisasi industri dan memberikan insentif bagi pengembangan industri hilir.
Sumber:
http://www.bankmandiri.co.id/corporate01/news-detail.asp?id=NEOP36508542&row=14
Sumber:
http://www.bankmandiri.co.id/corporate01/news-detail.asp?id=NEOP36508542&row=14
0 komentar :
Posting Komentar